Pengalaman Masa Kecil Memengaruhi Bentuk Wajah Seseorang Ketika Dewasa

9:43 AM

Ciri khas dan bentuk wajah seseorang pada umumnya ditentukan oleh genetik turunan orangtua. Itulah mengapa Anda kemungkinan besar terlihat mirip dengan salah satu orangtua, entah ayah atau ibu. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata pengalaman masa kecil juga ikut memengaruhi bentuk wajah Anda? Apa hubungannya? Yuk, simak fakta dari penelitiannya di bawah ini.
Simetris atau tidaknya wajah Anda saat usia dewasa bisa mengungkapkan banyak hal tentang masa kecil Anda. Pernyataan ini dibuat oleh sekelompok peneliti asal Universitas Edinburgh di Skotlandia. Hasil temuan mereka kemudian diterbitkan dalam jurnal Economics and Human Biology. Apa yang sebenarnya mereka teliti sampai bisa menyimpulkan demikian?
Para peneliti memeriksa bentuk wajah dan karakteristik fisik lainnya dari 292 orang lanjut usia — mereka semua berusia 83 ketika simetri wajah mereka diukur, sementara simetri tubuh diperiksa ketika sudah berusia 87 tahun. Ciri fisik ini diperiksa menggunakan alat pendeteksi khusus yang mengamati posisi dan bentuk mata, hidung, mulut, serta telinga.
Setelah mengumpulkan informasi tentang bentuk wajah setiap peserta, peneliti kemudian mengumpulkan informasi tentang status sosial-ekonomi masa kecil dan pada usia paruh baya. Status sosioekonomi peserta semasa kecil termasuk informasi tentang apakah fasilitas rumah (seperti jumlah toilet dan kamar tidur) sebanding dengan banyaknya penghuni; serta apa pekerjaan orangtua mereka dulu dan sebesar apa penghasilannya setiap bulan.
Peneliti juga mengumpulkan data tentang kondisi kesehatan setiap peserta semasa kecil. Misalnya kecukupan gizi, riwayat atau risiko penyakit tertentu, hingga kualitas udara di rumah (apakah ada paparan asap rokok dan asap polusi).
Hasilnya ditemukan bahwa semakin simetris bentuk wajah seseorang ketika dewasa, menandakan bahwa masa kecil mereka bahagia. Dalam artian, status gizi dan sosioekonomi mereka dulu tergolong baik. Ini bisa berarti mereka cukup gizi/bergizi baik, tidak memiliki riwayat penyakit serius, pola asuh orangtua baik, dan penghasilan bulanan termasuk menengah ke atas.
Sebaliknya, kelompok orang yang melewati masa kecil sulit dan serba kekurangan dilaporkan memiliki wajah yang kurang simetris. Sama halnya dengan orang-orang yang dulunya miskin, namun menjadi kaya raya di usia dewasa. Bentuk wajah mereka juga dilaporkan tidak simetris ketika dibandingkan dengan orang-orang yang masa kanak-kanaknya bahagia, namun ketika dewasa malah melarat.
bentuk wajah

Kenapa demikian?

Profesor Ian Deary, ilmuwan senior yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa simetri wajah merupakan salah satu penanda stabilitas perkembangan. Menurut para ahli, stabilitas perkembangan adalah seberapa baik kemampuan tubuh untuk bertahan dan beradaptasi dengan tekanan lingkungan luar, sehingga perkembangannya tidak keluar jalur.
Peneliti menduga bahwa simetris tidaknya bentuk wajah seseorang dapat menjadi “saksi hidup” dari kumpulan stres yang dihadapi sepanjang hidupnya, yang kemudian memengaruhi perkembangan fisiknya. Secara tidak langsung, bentuk wajah yang lebih simetris dapat menjadi tanda bahwa orang tersebut memiliki kesehatan yang baik dan status sosioekonominya sejahtera.
Para ilmuwan selanjutnya juga berpendapat bahwa seberapa simetris wajah seseorang dapat dihubungkan dengan risiko atau riwayat penyakit yang dimiliki, seperti risiko hipertensi dan kematian dini akibat stres berat.
Namun, Profesor Deary menekankan bahwa hasil penelitian ini belum bisa dijadikan tolak ukur bagaimana masa kecil bisa menjamin status dan bentuk wajah seseorang ke depannya. Ia percaya, bahwa masih diperlukan penelitian lain guna memantapkan penelitiannya dan mencari apa hubungan sebab-akibatnya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »